Tags

, , , , , , ,

pisang mas, jual pisang mas kirana, jual pisang, pisang lumajang, eksport pisang

pisang mas, jual pisang mas kirana, jual pisang, pisang lumajang, eksport pisang

Julukan ‘Kota Pisang’ terhadap Kabupaten Lumajang ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, di wilayah seluas 1.790,90 Km2 itu, buah pisang sangat mudah ditemukan.

Tanaman pisang ini tumbuh subur di wilayah yang diapit tiga gunung aktif, yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lamongan tersebut.

Abu vulkanik dari letusan gunung api tersebut, membuat tanah di wilayah tersebut menjadi berbeda. Tak pelak jika pisang dari kabupaten yang berpenduduk 1.046.460 jiwa ini memiliki kualitas baik.

Salah satu komuditas unggulan di Kabupaten Lumajang adalah pisang mas kirana. Pisang jenis ini ditetapkan sebagai Komoditas unggulan oleh Pemkab Lumajang keputusan Bupati Lumajang No 188.45/408/427.12/2006. Disusul denan, sebagai Varitas Unggulan Menteri Pertanian No 516/KPTS/SR/.120/12/2005.

Sejak ditetapkan itulah, masyarakat Lumajang kian percaya diri untuk menanam pisang mas kirana sebagai penyangga hidup mereka. Antusiasme pendudukpun ternyata ditanggapi serius Pemkab Lumajang yang banyak memfasilitasi para warga untuk bercocok tanam dengan menanam pisang.

pisang mas, jual pisang mas kirana, jual pisang, pisang lumajang, eksport pisang

pisang mas, jual pisang mas kirana, jual pisang, pisang lumajang, eksport pisang

Setidaknya, hampir 60 persen masyarakat Lumajang menggantungkan harapannya dengan menanam pisang dengan membentuk kelompok-kelompok tani penanam pisang Mas Kirana.

Salah satunya adalah Kelompok Tani ‘Raja Mas’ di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di lahan yang berada 650 Meter di atas permukaan laut (MDPL) ini, ada sembilan desa yang menggantungkan hidup dari komoditas pisang mas kirana.

Sekretaris Kelompok ‘Raja Mas’, Sohibul Fatah, mengatakan pisang mas kirana banyak mengubah ekonomi masyarakat.

“Petani di sini memiliki penghasilan Rp3 Juta per dua minggu. Mereka dengan membudidayakan pisang mas kirana. Otomatis, perekonomian warga terangkat,” kata Sohib ditemui di Kantor Kelompol Tani ‘Raja Mas’.

Agar pisang mas kirana tetap sebagai komoditas unggulan, tentunya para petani harus memberikan perhatian khusus terhadap pisang yang mereka tanam. Seperti, memperhatikan musim saat mulai menanam bibit pisang mas kirana.

Kemudian, pola pemuliaah tanaman yang memperhatikan jarak taman serta pemeliharaan. Kemudian yang diperhatikan lagi adalah pola pemupukan. Saat ini, para petani pisang sudah lebih banyak beralih dengan pupuk organik.

Hasil yang cukup menggiurkan ini membuat warga di Desa tersebut sudah tidak lagi mencari penghasilan di Kota. Sohib menceritakan, sebelum berbudiya pisang mas kirana, ia hanyalah seorang kuli bangunan di Bali.

“Dulu saya bekerja sebagai kuli bangunan di Bali. Saya kembali ke desa karena bertani pisang mas kirana, hasilnya lumayan,” ujarnya.

Kualitas pisang mas kirana memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia pun langsung ‘terpukau’ dengan buah yang memiliki rasa manis khas itu. Pemenuhan terhadap standar pasar akan kualitas sangat diperhatikan, terutama dalam hal pengepakkan (packing).

Pisang mas kirana dikemas di dalam kardus hingga seberat 11 kilogram. Setelah dikemas, pisang unggulan itu kemudian dikirim kesejumlah daerah seperti Surabaya, Malang, Jakarta dan luar pulau Jawa.

Jual Pisang, Jual Bibit Pisang, Pisang mas kirana luamajang, Jual pisang cavendhisk, jual pisang kepok

Jual Pisang, Jual Bibit Pisang, Pisang mas kirana luamajang, Jual pisang cavendhisk, jual pisang kepok